PROFESI PENDIDIK dan TENAGA KEPENDIDIKAN
Pengertian Profesi
Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut.
Contoh profesi adalah pada bidang hukum, kedokteran, pendidikan, keuangan, militer, dan teknik.
Seseorang yang memiliki suatu profesi tertentu, disebut profesional. Walaupun begitu, istilah profesional juga digunakan untuk suatu aktivitas yang menerima bayaran, sebagai lawan kata dari amatir. Contohnya adalah petinju profesional menerima bayaran untuk pertandingan tinju yang dilakukannya, sementara olahraga tinju sendiri umumnya tidak dianggap sebagai suatu profesi.
Ciri Khas Profesi
Menurut Artikel dalam International Encyclopedia of education:
1. Suatu bidang pekerjaan yang terorganisir dari jenis intelektual yang terus berkembang dan diperluas
2. Suatu teknik intelektual
3. Penerapan praktis dari teknik intelektual pada urusan praktis
4. Suatu periode panjang untuk pelatihan dan sertifikasi
5. Beberapa standar dan pernyataan tentang etika yang dapat diselenggarakan
6. Kemampuan untuk kepemimpinan pada profesi sendiri
7. Asosiasi dari anggota profesi yang menjadi suatu kelompok yang erat dengan kualitas
komunikasi yang tinggi antar anggotanya
8. Pengakuan sebagai profesi
9. Perhatian yang profesional terhadap penggunaan yang bertanggung jawab dari pekerjaan profesi
10. Hubungan yang erat dengan profesi lain
Guru Sebagai Profesi
Guru adalah salah satu komponen manusiawi dalam proses belajar mengajar yang ikut berperan dalam usaha pembentukan sumber daya manusia yang potensial dibidang pembangunan. Oleh karena itu, guru yang merupakan salah satu unsur di bidang pendidikan harus berperan serta secara aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga profesional, sesuai dengan tuntutan masyarakat yang semakin berkembang.
Guru menjadi ujung tombak dalam pembangunan pendidikan nasional. Utamanya dalam membangun dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan formal. Guru profesional dan bermartabat menjadi impian kita semua karena akan melahirkan anak bangsa yang cerdas, kritis, inovatif, demokratis, dan berakhlak. Guru profesional dan bermartabat memberikan teladan bagi terbentuknya kualitas sumber daya manusia yang kuat. Sertifikasi guru mendulang harapan agar terwujudnya impian tersebut. Perwujudan impian ini tidak seperti membalik telapak tangan. Karena itu, perlu kerja keras dan sinergi dari semua pihak yakni, pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dan guru.
Syarat-Syarat Profesi Keguruan adalah :
1. Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual
2. Jabatan yang menggeluti ilmu khusus
3. Jabatan yang memerlukan persiapan profesional yang laman
4. Jabatan yang memerlukan latihan
5. Jabatan yang menjanjikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen
6. Jabatan yang menentukan standarnya sendiri
7. Jabatan yang mementingkan layanan
8. Jabatan yang mempunyai organisasi profesional yang kuat
Kode Etik merupakan norma – norma yang harus ditaati. Penetapan Kode Etik ditentukan oleh Pemerintah.
Kode Etik Profesi Keguruan :
• Menurut UU No. 8 Tahun 1974 Pasal 28
• Menurut Pidato Pembukaan Kongres PGRI VIII
Daftar Pustaka
Prof. Soetjipto dan Drs. Raflis Kosasi, M.Sc. 2004. Profesi Keguruan. Jakarta : Rineka Cipta
Bulan
Diposting oleh
Chemistry Education
on Minggu, 11 April 2010
/
BULAN
Bulan Sebagai Satelit Bumi
Bulan merupakan satelit sekaligus benda angkasa yang paling dekat dengan bumi. Bulan adalah satu-satunya satelit alami bumi dan merupakan satelit alami terbesar ke-5 di tata surya. Bulan tidak mempunyai sumber cahaya sendiri, cahaya bulan berasal dari pantulan cahaya matahari.
Jarak rata-rata bumi dan bulan dari pusat ke pusat adalah 384.403 km, sekitar 30 kali diameter bumi. Diameter bulan adalah 3.474 km, sedikit lebih kecil dari seperempat diameter bumi. Massa jenis bulan (3,4 g/cm³), lebih ringan dibanding massa jenis bumi (5,5 g/cm³), sedangkan massa bulan hanya 0,012 massa bumi. Bulan yang ditarik oleh gaya gravitasi bumi tidak jatuh ke bumi disebabkan oleh gaya sentrifugal yang timbul dari orbit bulan mengelilingi bumi. Besarnya gaya sentrifugal bulan sedikit lebih besar dari gaya tarik menarik antara gravitasi bumi dan bulan. Hal ini menyebabkan bulan semakin menjauh dari bumi dengan kecepatan sekitar 3,8 cm/tahun.
Di bulan tidak terdapat udara ataupun air. Banyak kawah di permukaan bulan yang disebabkan oleh hantaman komet atau asteroid. Ketiadaan udara dan air di bulan menyebabkan tidak adanya pengikisan sehingga banyak kawah di bulan yang berusia jutaan tahun dan masih utuh. Kawah terbesar adalah Clavius dengan diameter 230 kilometer dan sedalam 3,6 kilometer. Ketidakadaan udara juga menyebabkan tidak ada bunyi yang terdengar di bulan.
Bulan adalah satu-satunya benda langit yang pernah didatangi dan didarati manusia. Pada 1 Juli 1969, dunia dikejutkan oleh kabar keberhasilan pendaratan Apollo 11 di Bulan. Seorang astronot bernama Neil Armstrong bersama rekannya Edwin ”Buzz” Aldrin telah menjejakkan kakinya di satelit Bumi untuk yang pertama kalinya.
Obyek buatan pertama yang melintas dekat bulan adalah wahana antariksa milik Uni Sovyet, Luna 1. Obyek buatan pertama yang membentur permukaan bulan adalah Luna 2, dan foto pertama sisi jauh bulan yang tak pernah terlihat dari Bumi, diambil oleh Luna 3, semua misi dilakukan pada 1959. Wahana antariksa pertama yang berhasil melakukan pendaratan adalah Luna 9, dan yang berhasil mengorbit Bulan adalah Luna 10, dilakukan pada tahun 1966.
Asal Usul Bulan
Asal-usul bulan tidak diketahui secara pasti, tetapi ilmuan menemukan bukti besar bahwa bulan berasal dari tubrukan bumi dengan planet kecil yang bernama “Theira” sekitar tiga milyar tahun yang lalu, dan menghasilkan debu yang berjumlah sangat banyak dan mengorbit di sekeliling bumi dan akhirnya debu mengumpul menjadi bulan. Pada awalnya jarak bulan pada pertama kali hanya sekitar 30.000 mil atau 15 kali lebih dekat dari jarak bulan dengan bumi sekarang.
Bentuk Dan Ukuran Bulan
Bulan berbentuk bulat dengan massa 7,4x1022 kg. Garis tengah bulan sama dengan ¼ garis tengah bumi yaitu 3.476 km dengan massa jenis 3340 kg/m3. Massa bulan yang kecil menyebabkan gaya tarik pada benda di permukaannya juga kecil. Kekuatan gaya tarik bulan hanya 1/6 gaya tarik bumi. Akibatnya, bulan tidak mampu menahan molekul-molekul udara tetap berada di sekelilingnya untuk membentuk atmosfer.
Tidak adanya atmosfer di bulan menyebabkan terjadinya hal-hal berikut:
1. Di bulan tidak ada kehidupan.
2. Permukaan di bulan sangat kasar (berlubang) dikarenakan benda-benda yang jatuh tidak ada yang menahan.
3. Suara tidak dapat merambat di bulan, hal ini karena udara atau gas merupakan medium tempat perambatan suara.
4. Langit bulan tampak hitam legam. Atmosfer bumi berwarna biru karena cahaya matahari yang mengenai molekul-molekul udara menghamburkan cahaya warna biru
Gerak Edar Bumi & Bulan
Bulan adalah satelit alami yang mengelilingi planet bumi yang dapat dilihat secara langsung dengan mata telanjang tanpa bantuan alat apapun. Bulan adalah benda angkasa yang bergerak secara relatif. Secara umum bulan bergerak relatif dalam tiga macam, yaitu rotasi, revolusi dengan bumi dan revolusi dengan matahari.
1. Rotasi
Rotasi adalah perputaran satelit bulan pada porosnya. Saat ini bulan berotasi setiap 27 1/3 hari sekali. Dengan demikian satu hari di bulan sama dengan 27 1/3 hari di bumi atau 27 1/3 kali lebih lama daripada di planet bumi.
2. Revolusi Terhadap Planet Bumi
Bulan sebagai satelit alami bumi juga berputar mengelilingi bumi dalam jangka waktu 27 1/3 hari. Bulan berada dalam orbit sinkron dengan bumi, hal ini menyebabkan hanya satu sisi permukaan bulan saja yang dapat diamati dari bumi. Orbit sinkron menyebabkan kala rotasi sama dengan kala revolusinya.
3. Revolusi Terhadap Matahari Bersama Bumi
Bulan bersama-sama dengan planet bumi mengelilingi matahari. Arah revolusi bulan sama dengan arah revolusi bumi terhadap matahari. Kala revolusi bulan adalah 27 1/3 hari, waktu ini disebut satu bulan sideris. Satu bulan sideris tidak sama dengan waktu sejak munculnya bulan purnama sampai bulan purnama berikutnya. Lama selang waktu antara dua bulan purnama adalah 29 ½ hari. Waktu ini disebut satu bulan sinodis. Bulan sideris dan sinodis menjadi berbeda akibat adanya revolusi bumi.
Fase Bulan
Fase bulan adalah perubahan bentuk bulan di lihat dari bumi. Fase-fase bulan tersebut adalah fase bulan baru, kuartir pertama, bulan purnama, kuartir ketiga, kuartir keempat.
1. Fase Bulan Baru
Pada fase ini bulan berada di antara bumi dan matahari. Hanya sisi belakang bulan yang mendapat cahaya matahari. Sisi bulan yang menghadap bumi sama sekali tidak mendapat cahaya matahari. Akibatnya bulan tidak nampak dari bumi.
2. Kuatrir Pertama 7 3/8 hari
Bulan, bumi, dan matahari berada pada posisi tegak lurus. Hanya setengah permukaan bulan yang menghadap bumi yang mendapat cahaya matahari, sedangkan setengah lainnya tidak. Bulan tampak setengah cakram sebelah kanan. Antara bulan baru dan kuartir pertama bulan tampak sebagai bulan sabit.
3. Bulan Purnama 14 3/4 hari
Bulan, bumi, dan matahari terletak segaris dengan bumi berada di tengah. Permukaan bulan yang menghadap bumi semuanya mendapat cahaya matahari. Bulan nampak dari bumi berupa lingkaran utuh
4. Kuartir Ketiga 22 1/8 hari
Bulan, bumi dan matahari berada dalam posisi tegak lurus. Hanya setengah permukaan bulan yang menghadap bumi yang mendapat cahaya matahari. Bulan nampak setengah cakram sebelah kiri. Antara bulan purnama dan kuartir ketiga , bulan nampak sebagai bulan sabit.
5. Kuartir ke empat 28 1/2 hari
Dikuartir ke empat bulan menjadi bulan baru. Bulan sinodis yang berpatokan pada fase bulan dijadikan standar perhitungan kalender islam yang dikenal sebagai kalender hijriayah
Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari
Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi. Gerhana bulan muncul bila bulan sedang beroposisi dengan matahari. Tetapi karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika, maka tidak setiap oposisi bulan dengan matahari akan mengakibatkan terjadinya gerhana bulan. Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika akan memunculkan 2 buah titik potong yang disebut node, yaitu titik di mana bulan memotong bidang ekliptika. Gerhana bulan ini akan terjadi saat bulan beroposisi pada node tersebut.
Jenis-jenis gerhana bulan
• Gerhana bulan total
Pada gerhana ini, bulan akan tepat berada pada daerah umbra.
• Gerhana bulan sebagian
Pada gerhana ini, tidak seluruh bagian bulan terhalangi dari matahari oleh bumi. Sedangkan sebagian permukaan bulan yang lain berada di daerah penumbra. Sehingga masih ada sebagian sinar matahari yang sampai ke permukaan bulan.
• Gerhana bulan penumbra
Pada gerhana ini, seluruh bagian bulan berada di bagian penumbra. Sehingga bulan masih dapat terlihat dengan warna yang suram.
Pada peristiwa gerhana bulan, seringkali bulan masih dapat terlihat. Ini dikarenakan masih adanya sinar matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh atmosfer bumi. Dan kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spektrum cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat gerhana bulan, bulan akan tampak berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga, ataupun coklat.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.wikipedia.bulan.com/
http://www.wikipedia.gerhanabulan.com/
http://www.wikipedia.orbitbulan.com/
Bulan Sebagai Satelit Bumi
Bulan merupakan satelit sekaligus benda angkasa yang paling dekat dengan bumi. Bulan adalah satu-satunya satelit alami bumi dan merupakan satelit alami terbesar ke-5 di tata surya. Bulan tidak mempunyai sumber cahaya sendiri, cahaya bulan berasal dari pantulan cahaya matahari.
Jarak rata-rata bumi dan bulan dari pusat ke pusat adalah 384.403 km, sekitar 30 kali diameter bumi. Diameter bulan adalah 3.474 km, sedikit lebih kecil dari seperempat diameter bumi. Massa jenis bulan (3,4 g/cm³), lebih ringan dibanding massa jenis bumi (5,5 g/cm³), sedangkan massa bulan hanya 0,012 massa bumi. Bulan yang ditarik oleh gaya gravitasi bumi tidak jatuh ke bumi disebabkan oleh gaya sentrifugal yang timbul dari orbit bulan mengelilingi bumi. Besarnya gaya sentrifugal bulan sedikit lebih besar dari gaya tarik menarik antara gravitasi bumi dan bulan. Hal ini menyebabkan bulan semakin menjauh dari bumi dengan kecepatan sekitar 3,8 cm/tahun.
Di bulan tidak terdapat udara ataupun air. Banyak kawah di permukaan bulan yang disebabkan oleh hantaman komet atau asteroid. Ketiadaan udara dan air di bulan menyebabkan tidak adanya pengikisan sehingga banyak kawah di bulan yang berusia jutaan tahun dan masih utuh. Kawah terbesar adalah Clavius dengan diameter 230 kilometer dan sedalam 3,6 kilometer. Ketidakadaan udara juga menyebabkan tidak ada bunyi yang terdengar di bulan.
Bulan adalah satu-satunya benda langit yang pernah didatangi dan didarati manusia. Pada 1 Juli 1969, dunia dikejutkan oleh kabar keberhasilan pendaratan Apollo 11 di Bulan. Seorang astronot bernama Neil Armstrong bersama rekannya Edwin ”Buzz” Aldrin telah menjejakkan kakinya di satelit Bumi untuk yang pertama kalinya.
Obyek buatan pertama yang melintas dekat bulan adalah wahana antariksa milik Uni Sovyet, Luna 1. Obyek buatan pertama yang membentur permukaan bulan adalah Luna 2, dan foto pertama sisi jauh bulan yang tak pernah terlihat dari Bumi, diambil oleh Luna 3, semua misi dilakukan pada 1959. Wahana antariksa pertama yang berhasil melakukan pendaratan adalah Luna 9, dan yang berhasil mengorbit Bulan adalah Luna 10, dilakukan pada tahun 1966.
Asal Usul Bulan
Asal-usul bulan tidak diketahui secara pasti, tetapi ilmuan menemukan bukti besar bahwa bulan berasal dari tubrukan bumi dengan planet kecil yang bernama “Theira” sekitar tiga milyar tahun yang lalu, dan menghasilkan debu yang berjumlah sangat banyak dan mengorbit di sekeliling bumi dan akhirnya debu mengumpul menjadi bulan. Pada awalnya jarak bulan pada pertama kali hanya sekitar 30.000 mil atau 15 kali lebih dekat dari jarak bulan dengan bumi sekarang.
Bentuk Dan Ukuran Bulan
Bulan berbentuk bulat dengan massa 7,4x1022 kg. Garis tengah bulan sama dengan ¼ garis tengah bumi yaitu 3.476 km dengan massa jenis 3340 kg/m3. Massa bulan yang kecil menyebabkan gaya tarik pada benda di permukaannya juga kecil. Kekuatan gaya tarik bulan hanya 1/6 gaya tarik bumi. Akibatnya, bulan tidak mampu menahan molekul-molekul udara tetap berada di sekelilingnya untuk membentuk atmosfer.
Tidak adanya atmosfer di bulan menyebabkan terjadinya hal-hal berikut:
1. Di bulan tidak ada kehidupan.
2. Permukaan di bulan sangat kasar (berlubang) dikarenakan benda-benda yang jatuh tidak ada yang menahan.
3. Suara tidak dapat merambat di bulan, hal ini karena udara atau gas merupakan medium tempat perambatan suara.
4. Langit bulan tampak hitam legam. Atmosfer bumi berwarna biru karena cahaya matahari yang mengenai molekul-molekul udara menghamburkan cahaya warna biru
Gerak Edar Bumi & Bulan
Bulan adalah satelit alami yang mengelilingi planet bumi yang dapat dilihat secara langsung dengan mata telanjang tanpa bantuan alat apapun. Bulan adalah benda angkasa yang bergerak secara relatif. Secara umum bulan bergerak relatif dalam tiga macam, yaitu rotasi, revolusi dengan bumi dan revolusi dengan matahari.
1. Rotasi
Rotasi adalah perputaran satelit bulan pada porosnya. Saat ini bulan berotasi setiap 27 1/3 hari sekali. Dengan demikian satu hari di bulan sama dengan 27 1/3 hari di bumi atau 27 1/3 kali lebih lama daripada di planet bumi.
2. Revolusi Terhadap Planet Bumi
Bulan sebagai satelit alami bumi juga berputar mengelilingi bumi dalam jangka waktu 27 1/3 hari. Bulan berada dalam orbit sinkron dengan bumi, hal ini menyebabkan hanya satu sisi permukaan bulan saja yang dapat diamati dari bumi. Orbit sinkron menyebabkan kala rotasi sama dengan kala revolusinya.
3. Revolusi Terhadap Matahari Bersama Bumi
Bulan bersama-sama dengan planet bumi mengelilingi matahari. Arah revolusi bulan sama dengan arah revolusi bumi terhadap matahari. Kala revolusi bulan adalah 27 1/3 hari, waktu ini disebut satu bulan sideris. Satu bulan sideris tidak sama dengan waktu sejak munculnya bulan purnama sampai bulan purnama berikutnya. Lama selang waktu antara dua bulan purnama adalah 29 ½ hari. Waktu ini disebut satu bulan sinodis. Bulan sideris dan sinodis menjadi berbeda akibat adanya revolusi bumi.
Fase Bulan
Fase bulan adalah perubahan bentuk bulan di lihat dari bumi. Fase-fase bulan tersebut adalah fase bulan baru, kuartir pertama, bulan purnama, kuartir ketiga, kuartir keempat.
1. Fase Bulan Baru
Pada fase ini bulan berada di antara bumi dan matahari. Hanya sisi belakang bulan yang mendapat cahaya matahari. Sisi bulan yang menghadap bumi sama sekali tidak mendapat cahaya matahari. Akibatnya bulan tidak nampak dari bumi.
2. Kuatrir Pertama 7 3/8 hari
Bulan, bumi, dan matahari berada pada posisi tegak lurus. Hanya setengah permukaan bulan yang menghadap bumi yang mendapat cahaya matahari, sedangkan setengah lainnya tidak. Bulan tampak setengah cakram sebelah kanan. Antara bulan baru dan kuartir pertama bulan tampak sebagai bulan sabit.
3. Bulan Purnama 14 3/4 hari
Bulan, bumi, dan matahari terletak segaris dengan bumi berada di tengah. Permukaan bulan yang menghadap bumi semuanya mendapat cahaya matahari. Bulan nampak dari bumi berupa lingkaran utuh
4. Kuartir Ketiga 22 1/8 hari
Bulan, bumi dan matahari berada dalam posisi tegak lurus. Hanya setengah permukaan bulan yang menghadap bumi yang mendapat cahaya matahari. Bulan nampak setengah cakram sebelah kiri. Antara bulan purnama dan kuartir ketiga , bulan nampak sebagai bulan sabit.
5. Kuartir ke empat 28 1/2 hari
Dikuartir ke empat bulan menjadi bulan baru. Bulan sinodis yang berpatokan pada fase bulan dijadikan standar perhitungan kalender islam yang dikenal sebagai kalender hijriayah
Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari
Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi. Gerhana bulan muncul bila bulan sedang beroposisi dengan matahari. Tetapi karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika, maka tidak setiap oposisi bulan dengan matahari akan mengakibatkan terjadinya gerhana bulan. Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika akan memunculkan 2 buah titik potong yang disebut node, yaitu titik di mana bulan memotong bidang ekliptika. Gerhana bulan ini akan terjadi saat bulan beroposisi pada node tersebut.
Jenis-jenis gerhana bulan
• Gerhana bulan total
Pada gerhana ini, bulan akan tepat berada pada daerah umbra.
• Gerhana bulan sebagian
Pada gerhana ini, tidak seluruh bagian bulan terhalangi dari matahari oleh bumi. Sedangkan sebagian permukaan bulan yang lain berada di daerah penumbra. Sehingga masih ada sebagian sinar matahari yang sampai ke permukaan bulan.
• Gerhana bulan penumbra
Pada gerhana ini, seluruh bagian bulan berada di bagian penumbra. Sehingga bulan masih dapat terlihat dengan warna yang suram.
Pada peristiwa gerhana bulan, seringkali bulan masih dapat terlihat. Ini dikarenakan masih adanya sinar matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh atmosfer bumi. Dan kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spektrum cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat gerhana bulan, bulan akan tampak berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga, ataupun coklat.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.wikipedia.bulan.com/
http://www.wikipedia.gerhanabulan.com/
http://www.wikipedia.orbitbulan.com/
Resume 3
Diposting oleh
Chemistry Education
on Minggu, 21 Maret 2010
/
Resume Perkuliahan Profesi Pendidikan
Pertenuan Ketiga
Sistem
Sistem merupakan suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar. Sistem juga didefinisikan sebagai kumpulan komponen – komponen yang saling berhubungan yang disebut sub system, dan jika ada sub system yang bermasalah akan mempengaruhi sub system yang lain. Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan pancasila.
Sistem terdiri dari 3 komponen utama, yaitu :
§ Raw input / bahan mentah yaitu siswa
§ Instrumen input, yang terdiri dari pendidik dan tenaga kependidikan, kurikulum, sarana dan prasarana, fasilitas, dan buku.
§ Environment input, yang berupa letak geografis, demografi, social budaya, ekonomi, dan politik
Standar Nasional Pendidikan di Indonesia (KTSP) :
Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
Standar Isi
Standar Proses
Standar Sarana dan Prasarana
Standar Penilaian
Standar Pembiyayaan
Standar pendidik dan Tenaga Kependidikan
Standar Pengelolaan
Output : Output berupa kelulusan Ujian Nasional dengan nilai berapa???
Outcome : Outcome berupa lulusan akan bekerja dimana???
Disini terjadi proses Efisiensi Pendidikan dan Inefisiensi Pendidikan
Pendidikan
Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar
Sistem Pendidikan Nasional
Undang - Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 2 th. 1989 diamandemen menjadi Undang - Undang RI No. 20 Th. 2003 dengan 22 bab sebagai berikut :
BAB I
KETENTUAN UMUM
BAB II
DASAR, FUNGSI DAN TUJUAN
BAB III
PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN
BAB IV
HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA,
ORANG TUA, MASYARAKAT, DAN PEMERINTAH
BAB V
PESERTA DIDIK
BAB VI
JALUR, JENJANG, DAN JENIS PENDIDIKAN
BAB VII
BAHASA PENGANTAR
BAB VIII
WAJIB BELAJAR
BAB IX
STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN
BAB X
KURIKULUM
BAB XI
PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
BAB XII
SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN
BAB XIII
PENDANAAN PENDIDIKAN
BAB XIV
PENGELOLAAN PENDIDIKAN
BAB XV
PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN
BAB XVI
EVALUASI, AKREDITASI, DAN SERTIFIKASI
BAB XVII
PENDIRIAN SATUAN PENDIDIKAN
BAB XVIII
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN OLEH LEMBAGA NEGARA LAIN
BAB XIX
PENGAWASAN
BAB XX
KETENTUAN PIDANA
BAB XXI
KETENTUAN PERALIHAN
BAB XXII
KETENTUAN PENUTUP
Kejuruan
Vokasi : Pendidikan yang lebih spesifik ke dalam keahlian, terkait dengan konten yang diberikan, lebih banyak pada keterampilan teknis
Akademik : Lebih banyqk teori konsep
Penerapan managemen berbasis sekolah :
Pembiyayaan sekolah dari pemerintah pusat, daerah dan sekolah
Pengawasan dilakukan oleh pemerintah, sekolah dan masyarakat
Pemerintah pusat ada pada kebijakan, sedangkan pengembangan diserahkan pada otonom masing – masing sekolah
Pertenuan Ketiga
Undang – Undang Sistem Pendidikan Nasional
Sistem
Sistem merupakan suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar. Sistem juga didefinisikan sebagai kumpulan komponen – komponen yang saling berhubungan yang disebut sub system, dan jika ada sub system yang bermasalah akan mempengaruhi sub system yang lain. Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan pancasila.
Sistem terdiri dari 3 komponen utama, yaitu :
- Input
§ Raw input / bahan mentah yaitu siswa
§ Instrumen input, yang terdiri dari pendidik dan tenaga kependidikan, kurikulum, sarana dan prasarana, fasilitas, dan buku.
§ Environment input, yang berupa letak geografis, demografi, social budaya, ekonomi, dan politik
- Proses
Standar Nasional Pendidikan di Indonesia (KTSP) :
Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
Standar Isi
Standar Proses
Standar Sarana dan Prasarana
Standar Penilaian
Standar Pembiyayaan
Standar pendidik dan Tenaga Kependidikan
Standar Pengelolaan
- Out put
Output : Output berupa kelulusan Ujian Nasional dengan nilai berapa???
Outcome : Outcome berupa lulusan akan bekerja dimana???
Disini terjadi proses Efisiensi Pendidikan dan Inefisiensi Pendidikan
Pendidikan
Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar
Sistem Pendidikan Nasional
- Dasar : Pancasila dan UUD 1945
- Fungsi : Mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat.
- Jalur Pendidikan :
- Formal
- Non formal
- Informal
- Jenjang Pendidikan :
- Pendidikan Dasar
- Pendidikan Menengah
- Pendidikan Tinggi
- Komponen - Komponen Pendukung / Penyusun Pendidikan :
- Tujuan
- Keuangan
- Kurikulum
- Managenem
- Sarana dan Prasarana
- Peserta didik
- Tenaga kependidikan
Undang - Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 2 th. 1989 diamandemen menjadi Undang - Undang RI No. 20 Th. 2003 dengan 22 bab sebagai berikut :
BAB I
KETENTUAN UMUM
BAB II
DASAR, FUNGSI DAN TUJUAN
BAB III
PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN
BAB IV
HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA,
ORANG TUA, MASYARAKAT, DAN PEMERINTAH
BAB V
PESERTA DIDIK
BAB VI
JALUR, JENJANG, DAN JENIS PENDIDIKAN
BAB VII
BAHASA PENGANTAR
BAB VIII
WAJIB BELAJAR
BAB IX
STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN
BAB X
KURIKULUM
BAB XI
PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
BAB XII
SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN
BAB XIII
PENDANAAN PENDIDIKAN
BAB XIV
PENGELOLAAN PENDIDIKAN
BAB XV
PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN
BAB XVI
EVALUASI, AKREDITASI, DAN SERTIFIKASI
BAB XVII
PENDIRIAN SATUAN PENDIDIKAN
BAB XVIII
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN OLEH LEMBAGA NEGARA LAIN
BAB XIX
PENGAWASAN
BAB XX
KETENTUAN PIDANA
BAB XXI
KETENTUAN PERALIHAN
BAB XXII
KETENTUAN PENUTUP
Kejuruan
Vokasi : Pendidikan yang lebih spesifik ke dalam keahlian, terkait dengan konten yang diberikan, lebih banyak pada keterampilan teknis
Akademik : Lebih banyqk teori konsep
Penerapan managemen berbasis sekolah :
Pembiyayaan sekolah dari pemerintah pusat, daerah dan sekolah
Pengawasan dilakukan oleh pemerintah, sekolah dan masyarakat
Pemerintah pusat ada pada kebijakan, sedangkan pengembangan diserahkan pada otonom masing – masing sekolah
Resume Perkuliahan 2
Diposting oleh
Chemistry Education
/
Resume Perkuliahan Profesi Kependidikan
Pertemuan Kedua
Melakukan sesuatu sebagai pekerjaan pokok dan bukan sekedar mengisi waktu luang
Pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan
Merujuk pada suatu pekerjaan yang dilakukan oleh pelaku atas dasar suatu janji publik dan sumpah bahwa mereka akan menjalankan tugas sebagaimana mesyinya
Pengertian dan Syarat – Syarat Profesi
Jabatan guru merupakan jabatan professional, dan sebagai jabatan professional, pemegangnya harus memenuhi kualifikasi tertentu. Kebanyakan kita mengatakan bahwa mengajar adalah suatu profesi. Apakah yang dimaksud dengan profesi, dan syarat – syarat serta kriteria yang harus dipenuhi agar suatu jabatan dapat disebut suatu profesi??
Ornstein dan Levine (1984) menyatakan bahwa profesi itu adalah jabatan yang sesuai dengan pengertian profesi di bawah ini :
Ciri – cirri utama profesi menurut sanusi et al (1991) :
Jabatan Profesi
Tenaga Kependidikan
Kode Etik Profesi Keguruan
Pengertian kode etik
a. Menurut UU No.8 Th. 1974 tentang pokok – pokok kepegawaian pasal 28 yang menyatakan :
“ Pegawai Negeri Sipil mempunyai kode etik sebagai pedomansikap, tingkah laku dan perbuatan di dalam dan di luar kedinasan.”
b. Dalam pidato pembukaan kongres PGRI XIII menyatakan bahwa kode etik guru Indonesia merupakan landasan moral dan pedoman tingkah laku guru warga PGRI dalam melaksanakan panggilan pengabdiannya bekerja sebagai guru.
Tujuan kode etik
1. untuk menjunjung tinggi martabat profesi
2. menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggotanya
3. meningkatkan pengabdian para anggota profesi
4. meningkatkan mutu profesi
5. meningkatkan mutu organisasi profesi
Penetapan kode etik
Kode etik hanya dapat ditetapkan oleh suatu organisasi profesi yang berlaku dan mengikat para anggotanya.
Sanksi kode etik
Sering dijumpai bahwa ada kalanya Negara mencampuri urusan profesi, sehingga hal – hal yang semula hanya merupakan kode etik dari suatu profesi tertentu dapat meningkat menjadi peraturan hokum atau undang – undang yang sifatnya memaksa. Sanksi dapat berupa sanksi perdata maupun pidana.
Kode etik guru Indonesia
Guru Indonesia menyadari bahwa pendidikan adalah bidang pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa, bangsa, dan Negara, serta kemanusiaan pada umumnya. Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan setia pada UUD 1945, turut bertanggung jawab atas terwujudnya cita – cita proklamasi kemerdekaan RI 17 Agustus 1945. Oleh sebab itu, Guru Indonesia terpanggil untuk menunaikan karyanya dengan memedomani dasar – dasar sebagai berikut :
Sasaran Sikap Profesi
§ Organisasi profesi
§ Teman sejawat
§ Anak didik
§ Peraturan perundang – undangan
§ Tempat kerja
§ Pemimpin
§ Pekerjaan
Manajemen Berbasis Sekolah / Madrasah (MBS/M)
Latar Belakang
Pendidikan menghadapi masyarakat yang berubah
Perubahan social – politik dan aspirasi masyarakat
Perubahan pemerintah
Undang – Undang Sistem Pendidikan Nasional
Pengertian MBS/M
Merupakan bentuk otonomi manajemen pendidikan di mana kewenangan ada pada sekolah yaitu kepala sekolah / marasah dan guru dibantu oleh komite sekolah atau madrasah dalam mengelola kegiatan pendidikan.
Tujuan
Mencapai mutu dan relevansi dengan tolak ukur pada hasil ( Out Put dan Out Come)
Menjamin keadilan layanan pendidikan bagi setiap anak
Meningkatkan efektivitas dan efisiensi
Meningkatkan akuntabilitas sekolah dan komitmen ( Stake-holders )
Elemen – Elemen Pokok MBS/M
Pemberian kewenangan kepada sekolah / madrasah untuk mengambil keputusan mengenai pengelolaan pendidikan di sekolah / madrasah yang bersangkutan.
Penerima kewenangan
Pengambilan keputusan dan kepemimpinan bersifat partisipatif dan demokratis
Pemberian kewenangan harus disertai sumber daya pendidikan
Ada perameter
Ada akuntabilitas kepada sberbagai pihak tentang mutu dan relevansi
Apakah MBS/M menjamin mutu sekolah??
Jawab: Tidak, terutama jika dipahami secara sempit / keliru. Karena itulah perlu adanya MMBS/M ( Menejemen Mutu Berbasis Sekolah / Madrasah ) atau MPMBS/M.
Konsep Mutu
Absolut
Standar
Kepuasan Pelanggan / pengguna jasa pendidikan
Elemen Penting MMT ( Manajemen Mutu Total ) sebagai bagian dari strategi MMBS/M
Konsep mutu
Peningkatan mutu secara berkelanjutan
Kepuasan pengguna jasa pendidikan
Ada Visi dan Misi
Pertemuan Kedua
Konsep Dasar Profesi Kependidikan
- Profesional
Melakukan sesuatu sebagai pekerjaan pokok dan bukan sekedar mengisi waktu luang
Pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan
Merujuk pada suatu pekerjaan yang dilakukan oleh pelaku atas dasar suatu janji publik dan sumpah bahwa mereka akan menjalankan tugas sebagaimana mesyinya
- Profesionalisme
- Profesor
- Profesi
Pengertian dan Syarat – Syarat Profesi
Jabatan guru merupakan jabatan professional, dan sebagai jabatan professional, pemegangnya harus memenuhi kualifikasi tertentu. Kebanyakan kita mengatakan bahwa mengajar adalah suatu profesi. Apakah yang dimaksud dengan profesi, dan syarat – syarat serta kriteria yang harus dipenuhi agar suatu jabatan dapat disebut suatu profesi??
Ornstein dan Levine (1984) menyatakan bahwa profesi itu adalah jabatan yang sesuai dengan pengertian profesi di bawah ini :
- Melayani masyarakat, merupakan karier yang akan dilaksanakan sepanjang hayat ( tidak berganti – ganti pekerjaan ).
- Memerlukan bidang ilmu dan keterampilan tertentu
- Menggunakan hasil penelitian dan aplikasi dari teori ke prakteMemerlukan pelatihan khusus
- Terkendali berdasarkan lisensi baku dan atau mempunyai persyaratan masuk ( perlu izin dan persyaratan khusus ).
- Otonomi dalam membuat keputusan tentang ruang lingkup kerja tertentu.
- Menerima tanggung jawab terhadap keputusan yang diambil
- Mempunyai komitmen terhadap jabatandan klien
- Menggunakan administrator
- Mempunyai organisasi
- Mempunyai asosiasi profesi
- Mempunyai kode etik
- Mempunyai kadar keprcayaan yang tinggi dari publikdan anggotanya
- Mempunyai status social dan ekonomi yang tinggi (bila dibandingkan jabatan lainnya).
Ciri – cirri utama profesi menurut sanusi et al (1991) :
- crusial
- menuntut keterampilan / keahlian tertentu
- keterampilan didapat melalui pemecahan masalah dengan menggunakan teori dan metode ilmiah
- memiliki disiplin ilmu
- memerlukan pendidikan tingkat perguruan tinggi
- merupakan aplikasi dan sosialisasi nilai – nilai professional
- berpegang teguh pada kode etik yang dikontrol oleh organisasi profesi
- memberikan judgement
- melayani masyarakat, anggota profesi otonom dan bebas dari campur tangan orang luar
- punya prestise yang tinggi dalam masyarakat dan karnanya memperoleh imbalan yang tinggi pula
Jabatan Profesi
- menekuni suatu ilmu tertentu
- memerlukan peletihan jabatan
- melibatkan pelatihan intelektual
- memiliki standar baku tersendiri
- mementingkan layanan pada masyarakat
- memiliki organisasi profesi
Tenaga Kependidikan
- Anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan
- Bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknik untuk menunjang proses pendidikan
- Merupakan salah satu bagian tenaga kependidikan yang terdiri dari : pendidik, pengelola suatu pendidikan, pemilik / pengawas
- Pendidik adalah tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan
Kode Etik Profesi Keguruan
Pengertian kode etik
a. Menurut UU No.8 Th. 1974 tentang pokok – pokok kepegawaian pasal 28 yang menyatakan :
“ Pegawai Negeri Sipil mempunyai kode etik sebagai pedomansikap, tingkah laku dan perbuatan di dalam dan di luar kedinasan.”
b. Dalam pidato pembukaan kongres PGRI XIII menyatakan bahwa kode etik guru Indonesia merupakan landasan moral dan pedoman tingkah laku guru warga PGRI dalam melaksanakan panggilan pengabdiannya bekerja sebagai guru.
Tujuan kode etik
1. untuk menjunjung tinggi martabat profesi
2. menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggotanya
3. meningkatkan pengabdian para anggota profesi
4. meningkatkan mutu profesi
5. meningkatkan mutu organisasi profesi
Penetapan kode etik
Kode etik hanya dapat ditetapkan oleh suatu organisasi profesi yang berlaku dan mengikat para anggotanya.
Sanksi kode etik
Sering dijumpai bahwa ada kalanya Negara mencampuri urusan profesi, sehingga hal – hal yang semula hanya merupakan kode etik dari suatu profesi tertentu dapat meningkat menjadi peraturan hokum atau undang – undang yang sifatnya memaksa. Sanksi dapat berupa sanksi perdata maupun pidana.
Kode etik guru Indonesia
Guru Indonesia menyadari bahwa pendidikan adalah bidang pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa, bangsa, dan Negara, serta kemanusiaan pada umumnya. Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan setia pada UUD 1945, turut bertanggung jawab atas terwujudnya cita – cita proklamasi kemerdekaan RI 17 Agustus 1945. Oleh sebab itu, Guru Indonesia terpanggil untuk menunaikan karyanya dengan memedomani dasar – dasar sebagai berikut :
- Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila.
- Guru memiliki dan melaksanakan kejujurann professional.
- Geru berusaha mencari informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan
- Guru menciptakan suasana sekolah sebaik – baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar.
- Guru melahirkan hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan.
- Guru secara pribadi dan bersama – sama mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesi
- Guru memelihara hubungan seprofesi, semangat kekeluargaan, dan kesetiakawanan social.
- Guru secara bersama – sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian.
- Guru melaksanakan segala kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan
Sasaran Sikap Profesi
§ Organisasi profesi
§ Teman sejawat
§ Anak didik
§ Peraturan perundang – undangan
§ Tempat kerja
§ Pemimpin
§ Pekerjaan
Manajemen Berbasis Sekolah / Madrasah (MBS/M)
Latar Belakang
Pendidikan menghadapi masyarakat yang berubah
Perubahan social – politik dan aspirasi masyarakat
Perubahan pemerintah
Undang – Undang Sistem Pendidikan Nasional
Pengertian MBS/M
Merupakan bentuk otonomi manajemen pendidikan di mana kewenangan ada pada sekolah yaitu kepala sekolah / marasah dan guru dibantu oleh komite sekolah atau madrasah dalam mengelola kegiatan pendidikan.
Tujuan
Mencapai mutu dan relevansi dengan tolak ukur pada hasil ( Out Put dan Out Come)
Menjamin keadilan layanan pendidikan bagi setiap anak
Meningkatkan efektivitas dan efisiensi
Meningkatkan akuntabilitas sekolah dan komitmen ( Stake-holders )
Elemen – Elemen Pokok MBS/M
Pemberian kewenangan kepada sekolah / madrasah untuk mengambil keputusan mengenai pengelolaan pendidikan di sekolah / madrasah yang bersangkutan.
Penerima kewenangan
Pengambilan keputusan dan kepemimpinan bersifat partisipatif dan demokratis
Pemberian kewenangan harus disertai sumber daya pendidikan
Ada perameter
Ada akuntabilitas kepada sberbagai pihak tentang mutu dan relevansi
Apakah MBS/M menjamin mutu sekolah??
Jawab: Tidak, terutama jika dipahami secara sempit / keliru. Karena itulah perlu adanya MMBS/M ( Menejemen Mutu Berbasis Sekolah / Madrasah ) atau MPMBS/M.
Konsep Mutu
Absolut
Standar
Kepuasan Pelanggan / pengguna jasa pendidikan
Elemen Penting MMT ( Manajemen Mutu Total ) sebagai bagian dari strategi MMBS/M
Konsep mutu
Peningkatan mutu secara berkelanjutan
Kepuasan pengguna jasa pendidikan
Ada Visi dan Misi
Resume Perkuliahan
Diposting oleh
Chemistry Education
/
Resume Perkuliahan Profesi Pendidikan
Pertemuan Pertama
Kompetitif
Untuk menghadapi adanya kompetisi, sebagai individu perlu melakukan :
Usaha
Kemampuan
Strategi, dan
Etika
Transparan
Profesional
Ciri – cirri professional yaitu memberikan kepuasan, menghabiskan sebagian besar waktu untuk pekerjaannya, berlatih atau belajar tidak hanya sesuai paket yang diberikan tetapi melebihi kapasitas waktu yang diberikan.
Dinamis
inventing / menemukan
Biasanya melawan aturan agar mendapat / menemukan hal – hal baru
Growing / tumbuh
Experiment / percobaan
Adaptif
Adaptasi di sini tanpa menghilangkan identitas masing – masing individu
Tuntutan terhadap “ Kompetensi Sumber Daya Manusia”
Pengetahuan / Wawasan Global
Konseptual yang integratif dan aplikatif
Orientasi pada solusi, inovasi, dan kreativitas
Nilai – nilai universal ( lintas budaya )
Keterampilan Global
Komunikasi multi budaya
Pemanfaatan teknologi informasi
Pengembangan intelektual, emotional, dan inversity skill
Sikap / Perilaku
Dinamis dan flexible
Inisiatif dan proaktif
Inovatif dan kreatif
Mandiri dan survive
§ Kegiatan Belajar
Belajar terdiri atas beberapa komponen :
Pertumbuhan pribadi
Keterampilan hidup
Penyelesaian masalah
Kemampuan belajar dan berfikir
Dan semua komponen itu saling berhubungan satu dan lainnya.
Pertemuan Pertama
Trand Masa Kini dan Masa Depan
Kompetitif
Untuk menghadapi adanya kompetisi, sebagai individu perlu melakukan :
Usaha
Kemampuan
Strategi, dan
Etika
Transparan
Profesional
Ciri – cirri professional yaitu memberikan kepuasan, menghabiskan sebagian besar waktu untuk pekerjaannya, berlatih atau belajar tidak hanya sesuai paket yang diberikan tetapi melebihi kapasitas waktu yang diberikan.
Dinamis
inventing / menemukan
Biasanya melawan aturan agar mendapat / menemukan hal – hal baru
Growing / tumbuh
Experiment / percobaan
Adaptif
Adaptasi di sini tanpa menghilangkan identitas masing – masing individu
Tuntutan terhadap “ Kompetensi Sumber Daya Manusia”
Pengetahuan / Wawasan Global
Konseptual yang integratif dan aplikatif
Orientasi pada solusi, inovasi, dan kreativitas
Nilai – nilai universal ( lintas budaya )
Keterampilan Global
Komunikasi multi budaya
Pemanfaatan teknologi informasi
Pengembangan intelektual, emotional, dan inversity skill
Sikap / Perilaku
Dinamis dan flexible
Inisiatif dan proaktif
Inovatif dan kreatif
Mandiri dan survive
§ Kegiatan Belajar
Belajar terdiri atas beberapa komponen :
Pertumbuhan pribadi
Keterampilan hidup
Penyelesaian masalah
Kemampuan belajar dan berfikir
Dan semua komponen itu saling berhubungan satu dan lainnya.
Resume Perkuliahan
PROFESI PENDIDIK dan TENAGA KEPENDIDIKAN
Pengertian Profesi
Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut.
Contoh profesi adalah pada bidang hukum, kedokteran, pendidikan, keuangan, militer, dan teknik.
Seseorang yang memiliki suatu profesi tertentu, disebut profesional. Walaupun begitu, istilah profesional juga digunakan untuk suatu aktivitas yang menerima bayaran, sebagai lawan kata dari amatir. Contohnya adalah petinju profesional menerima bayaran untuk pertandingan tinju yang dilakukannya, sementara olahraga tinju sendiri umumnya tidak dianggap sebagai suatu profesi.
Ciri Khas Profesi
Menurut Artikel dalam International Encyclopedia of education:
1. Suatu bidang pekerjaan yang terorganisir dari jenis intelektual yang terus berkembang dan diperluas
2. Suatu teknik intelektual
3. Penerapan praktis dari teknik intelektual pada urusan praktis
4. Suatu periode panjang untuk pelatihan dan sertifikasi
5. Beberapa standar dan pernyataan tentang etika yang dapat diselenggarakan
6. Kemampuan untuk kepemimpinan pada profesi sendiri
7. Asosiasi dari anggota profesi yang menjadi suatu kelompok yang erat dengan kualitas
komunikasi yang tinggi antar anggotanya
8. Pengakuan sebagai profesi
9. Perhatian yang profesional terhadap penggunaan yang bertanggung jawab dari pekerjaan profesi
10. Hubungan yang erat dengan profesi lain
Guru Sebagai Profesi
Guru adalah salah satu komponen manusiawi dalam proses belajar mengajar yang ikut berperan dalam usaha pembentukan sumber daya manusia yang potensial dibidang pembangunan. Oleh karena itu, guru yang merupakan salah satu unsur di bidang pendidikan harus berperan serta secara aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga profesional, sesuai dengan tuntutan masyarakat yang semakin berkembang.
Guru menjadi ujung tombak dalam pembangunan pendidikan nasional. Utamanya dalam membangun dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan formal. Guru profesional dan bermartabat menjadi impian kita semua karena akan melahirkan anak bangsa yang cerdas, kritis, inovatif, demokratis, dan berakhlak. Guru profesional dan bermartabat memberikan teladan bagi terbentuknya kualitas sumber daya manusia yang kuat. Sertifikasi guru mendulang harapan agar terwujudnya impian tersebut. Perwujudan impian ini tidak seperti membalik telapak tangan. Karena itu, perlu kerja keras dan sinergi dari semua pihak yakni, pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dan guru.
Syarat-Syarat Profesi Keguruan adalah :
1. Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual
2. Jabatan yang menggeluti ilmu khusus
3. Jabatan yang memerlukan persiapan profesional yang laman
4. Jabatan yang memerlukan latihan
5. Jabatan yang menjanjikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen
6. Jabatan yang menentukan standarnya sendiri
7. Jabatan yang mementingkan layanan
8. Jabatan yang mempunyai organisasi profesional yang kuat
Kode Etik merupakan norma – norma yang harus ditaati. Penetapan Kode Etik ditentukan oleh Pemerintah.
Kode Etik Profesi Keguruan :
• Menurut UU No. 8 Tahun 1974 Pasal 28
• Menurut Pidato Pembukaan Kongres PGRI VIII
Daftar Pustaka
Prof. Soetjipto dan Drs. Raflis Kosasi, M.Sc. 2004. Profesi Keguruan. Jakarta : Rineka Cipta
Pengertian Profesi
Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut.
Contoh profesi adalah pada bidang hukum, kedokteran, pendidikan, keuangan, militer, dan teknik.
Seseorang yang memiliki suatu profesi tertentu, disebut profesional. Walaupun begitu, istilah profesional juga digunakan untuk suatu aktivitas yang menerima bayaran, sebagai lawan kata dari amatir. Contohnya adalah petinju profesional menerima bayaran untuk pertandingan tinju yang dilakukannya, sementara olahraga tinju sendiri umumnya tidak dianggap sebagai suatu profesi.
Ciri Khas Profesi
Menurut Artikel dalam International Encyclopedia of education:
1. Suatu bidang pekerjaan yang terorganisir dari jenis intelektual yang terus berkembang dan diperluas
2. Suatu teknik intelektual
3. Penerapan praktis dari teknik intelektual pada urusan praktis
4. Suatu periode panjang untuk pelatihan dan sertifikasi
5. Beberapa standar dan pernyataan tentang etika yang dapat diselenggarakan
6. Kemampuan untuk kepemimpinan pada profesi sendiri
7. Asosiasi dari anggota profesi yang menjadi suatu kelompok yang erat dengan kualitas
komunikasi yang tinggi antar anggotanya
8. Pengakuan sebagai profesi
9. Perhatian yang profesional terhadap penggunaan yang bertanggung jawab dari pekerjaan profesi
10. Hubungan yang erat dengan profesi lain
Guru Sebagai Profesi
Guru adalah salah satu komponen manusiawi dalam proses belajar mengajar yang ikut berperan dalam usaha pembentukan sumber daya manusia yang potensial dibidang pembangunan. Oleh karena itu, guru yang merupakan salah satu unsur di bidang pendidikan harus berperan serta secara aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga profesional, sesuai dengan tuntutan masyarakat yang semakin berkembang.
Guru menjadi ujung tombak dalam pembangunan pendidikan nasional. Utamanya dalam membangun dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan formal. Guru profesional dan bermartabat menjadi impian kita semua karena akan melahirkan anak bangsa yang cerdas, kritis, inovatif, demokratis, dan berakhlak. Guru profesional dan bermartabat memberikan teladan bagi terbentuknya kualitas sumber daya manusia yang kuat. Sertifikasi guru mendulang harapan agar terwujudnya impian tersebut. Perwujudan impian ini tidak seperti membalik telapak tangan. Karena itu, perlu kerja keras dan sinergi dari semua pihak yakni, pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dan guru.
Syarat-Syarat Profesi Keguruan adalah :
1. Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual
2. Jabatan yang menggeluti ilmu khusus
3. Jabatan yang memerlukan persiapan profesional yang laman
4. Jabatan yang memerlukan latihan
5. Jabatan yang menjanjikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen
6. Jabatan yang menentukan standarnya sendiri
7. Jabatan yang mementingkan layanan
8. Jabatan yang mempunyai organisasi profesional yang kuat
Kode Etik merupakan norma – norma yang harus ditaati. Penetapan Kode Etik ditentukan oleh Pemerintah.
Kode Etik Profesi Keguruan :
• Menurut UU No. 8 Tahun 1974 Pasal 28
• Menurut Pidato Pembukaan Kongres PGRI VIII
Daftar Pustaka
Prof. Soetjipto dan Drs. Raflis Kosasi, M.Sc. 2004. Profesi Keguruan. Jakarta : Rineka Cipta
Bulan
BULAN
Bulan Sebagai Satelit Bumi
Bulan merupakan satelit sekaligus benda angkasa yang paling dekat dengan bumi. Bulan adalah satu-satunya satelit alami bumi dan merupakan satelit alami terbesar ke-5 di tata surya. Bulan tidak mempunyai sumber cahaya sendiri, cahaya bulan berasal dari pantulan cahaya matahari.
Jarak rata-rata bumi dan bulan dari pusat ke pusat adalah 384.403 km, sekitar 30 kali diameter bumi. Diameter bulan adalah 3.474 km, sedikit lebih kecil dari seperempat diameter bumi. Massa jenis bulan (3,4 g/cm³), lebih ringan dibanding massa jenis bumi (5,5 g/cm³), sedangkan massa bulan hanya 0,012 massa bumi. Bulan yang ditarik oleh gaya gravitasi bumi tidak jatuh ke bumi disebabkan oleh gaya sentrifugal yang timbul dari orbit bulan mengelilingi bumi. Besarnya gaya sentrifugal bulan sedikit lebih besar dari gaya tarik menarik antara gravitasi bumi dan bulan. Hal ini menyebabkan bulan semakin menjauh dari bumi dengan kecepatan sekitar 3,8 cm/tahun.
Di bulan tidak terdapat udara ataupun air. Banyak kawah di permukaan bulan yang disebabkan oleh hantaman komet atau asteroid. Ketiadaan udara dan air di bulan menyebabkan tidak adanya pengikisan sehingga banyak kawah di bulan yang berusia jutaan tahun dan masih utuh. Kawah terbesar adalah Clavius dengan diameter 230 kilometer dan sedalam 3,6 kilometer. Ketidakadaan udara juga menyebabkan tidak ada bunyi yang terdengar di bulan.
Bulan adalah satu-satunya benda langit yang pernah didatangi dan didarati manusia. Pada 1 Juli 1969, dunia dikejutkan oleh kabar keberhasilan pendaratan Apollo 11 di Bulan. Seorang astronot bernama Neil Armstrong bersama rekannya Edwin ”Buzz” Aldrin telah menjejakkan kakinya di satelit Bumi untuk yang pertama kalinya.
Obyek buatan pertama yang melintas dekat bulan adalah wahana antariksa milik Uni Sovyet, Luna 1. Obyek buatan pertama yang membentur permukaan bulan adalah Luna 2, dan foto pertama sisi jauh bulan yang tak pernah terlihat dari Bumi, diambil oleh Luna 3, semua misi dilakukan pada 1959. Wahana antariksa pertama yang berhasil melakukan pendaratan adalah Luna 9, dan yang berhasil mengorbit Bulan adalah Luna 10, dilakukan pada tahun 1966.
Asal Usul Bulan
Asal-usul bulan tidak diketahui secara pasti, tetapi ilmuan menemukan bukti besar bahwa bulan berasal dari tubrukan bumi dengan planet kecil yang bernama “Theira” sekitar tiga milyar tahun yang lalu, dan menghasilkan debu yang berjumlah sangat banyak dan mengorbit di sekeliling bumi dan akhirnya debu mengumpul menjadi bulan. Pada awalnya jarak bulan pada pertama kali hanya sekitar 30.000 mil atau 15 kali lebih dekat dari jarak bulan dengan bumi sekarang.
Bentuk Dan Ukuran Bulan
Bulan berbentuk bulat dengan massa 7,4x1022 kg. Garis tengah bulan sama dengan ¼ garis tengah bumi yaitu 3.476 km dengan massa jenis 3340 kg/m3. Massa bulan yang kecil menyebabkan gaya tarik pada benda di permukaannya juga kecil. Kekuatan gaya tarik bulan hanya 1/6 gaya tarik bumi. Akibatnya, bulan tidak mampu menahan molekul-molekul udara tetap berada di sekelilingnya untuk membentuk atmosfer.
Tidak adanya atmosfer di bulan menyebabkan terjadinya hal-hal berikut:
1. Di bulan tidak ada kehidupan.
2. Permukaan di bulan sangat kasar (berlubang) dikarenakan benda-benda yang jatuh tidak ada yang menahan.
3. Suara tidak dapat merambat di bulan, hal ini karena udara atau gas merupakan medium tempat perambatan suara.
4. Langit bulan tampak hitam legam. Atmosfer bumi berwarna biru karena cahaya matahari yang mengenai molekul-molekul udara menghamburkan cahaya warna biru
Gerak Edar Bumi & Bulan
Bulan adalah satelit alami yang mengelilingi planet bumi yang dapat dilihat secara langsung dengan mata telanjang tanpa bantuan alat apapun. Bulan adalah benda angkasa yang bergerak secara relatif. Secara umum bulan bergerak relatif dalam tiga macam, yaitu rotasi, revolusi dengan bumi dan revolusi dengan matahari.
1. Rotasi
Rotasi adalah perputaran satelit bulan pada porosnya. Saat ini bulan berotasi setiap 27 1/3 hari sekali. Dengan demikian satu hari di bulan sama dengan 27 1/3 hari di bumi atau 27 1/3 kali lebih lama daripada di planet bumi.
2. Revolusi Terhadap Planet Bumi
Bulan sebagai satelit alami bumi juga berputar mengelilingi bumi dalam jangka waktu 27 1/3 hari. Bulan berada dalam orbit sinkron dengan bumi, hal ini menyebabkan hanya satu sisi permukaan bulan saja yang dapat diamati dari bumi. Orbit sinkron menyebabkan kala rotasi sama dengan kala revolusinya.
3. Revolusi Terhadap Matahari Bersama Bumi
Bulan bersama-sama dengan planet bumi mengelilingi matahari. Arah revolusi bulan sama dengan arah revolusi bumi terhadap matahari. Kala revolusi bulan adalah 27 1/3 hari, waktu ini disebut satu bulan sideris. Satu bulan sideris tidak sama dengan waktu sejak munculnya bulan purnama sampai bulan purnama berikutnya. Lama selang waktu antara dua bulan purnama adalah 29 ½ hari. Waktu ini disebut satu bulan sinodis. Bulan sideris dan sinodis menjadi berbeda akibat adanya revolusi bumi.
Fase Bulan
Fase bulan adalah perubahan bentuk bulan di lihat dari bumi. Fase-fase bulan tersebut adalah fase bulan baru, kuartir pertama, bulan purnama, kuartir ketiga, kuartir keempat.
1. Fase Bulan Baru
Pada fase ini bulan berada di antara bumi dan matahari. Hanya sisi belakang bulan yang mendapat cahaya matahari. Sisi bulan yang menghadap bumi sama sekali tidak mendapat cahaya matahari. Akibatnya bulan tidak nampak dari bumi.
2. Kuatrir Pertama 7 3/8 hari
Bulan, bumi, dan matahari berada pada posisi tegak lurus. Hanya setengah permukaan bulan yang menghadap bumi yang mendapat cahaya matahari, sedangkan setengah lainnya tidak. Bulan tampak setengah cakram sebelah kanan. Antara bulan baru dan kuartir pertama bulan tampak sebagai bulan sabit.
3. Bulan Purnama 14 3/4 hari
Bulan, bumi, dan matahari terletak segaris dengan bumi berada di tengah. Permukaan bulan yang menghadap bumi semuanya mendapat cahaya matahari. Bulan nampak dari bumi berupa lingkaran utuh
4. Kuartir Ketiga 22 1/8 hari
Bulan, bumi dan matahari berada dalam posisi tegak lurus. Hanya setengah permukaan bulan yang menghadap bumi yang mendapat cahaya matahari. Bulan nampak setengah cakram sebelah kiri. Antara bulan purnama dan kuartir ketiga , bulan nampak sebagai bulan sabit.
5. Kuartir ke empat 28 1/2 hari
Dikuartir ke empat bulan menjadi bulan baru. Bulan sinodis yang berpatokan pada fase bulan dijadikan standar perhitungan kalender islam yang dikenal sebagai kalender hijriayah
Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari
Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi. Gerhana bulan muncul bila bulan sedang beroposisi dengan matahari. Tetapi karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika, maka tidak setiap oposisi bulan dengan matahari akan mengakibatkan terjadinya gerhana bulan. Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika akan memunculkan 2 buah titik potong yang disebut node, yaitu titik di mana bulan memotong bidang ekliptika. Gerhana bulan ini akan terjadi saat bulan beroposisi pada node tersebut.
Jenis-jenis gerhana bulan
• Gerhana bulan total
Pada gerhana ini, bulan akan tepat berada pada daerah umbra.
• Gerhana bulan sebagian
Pada gerhana ini, tidak seluruh bagian bulan terhalangi dari matahari oleh bumi. Sedangkan sebagian permukaan bulan yang lain berada di daerah penumbra. Sehingga masih ada sebagian sinar matahari yang sampai ke permukaan bulan.
• Gerhana bulan penumbra
Pada gerhana ini, seluruh bagian bulan berada di bagian penumbra. Sehingga bulan masih dapat terlihat dengan warna yang suram.
Pada peristiwa gerhana bulan, seringkali bulan masih dapat terlihat. Ini dikarenakan masih adanya sinar matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh atmosfer bumi. Dan kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spektrum cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat gerhana bulan, bulan akan tampak berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga, ataupun coklat.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.wikipedia.bulan.com/
http://www.wikipedia.gerhanabulan.com/
http://www.wikipedia.orbitbulan.com/
Bulan Sebagai Satelit Bumi
Bulan merupakan satelit sekaligus benda angkasa yang paling dekat dengan bumi. Bulan adalah satu-satunya satelit alami bumi dan merupakan satelit alami terbesar ke-5 di tata surya. Bulan tidak mempunyai sumber cahaya sendiri, cahaya bulan berasal dari pantulan cahaya matahari.
Jarak rata-rata bumi dan bulan dari pusat ke pusat adalah 384.403 km, sekitar 30 kali diameter bumi. Diameter bulan adalah 3.474 km, sedikit lebih kecil dari seperempat diameter bumi. Massa jenis bulan (3,4 g/cm³), lebih ringan dibanding massa jenis bumi (5,5 g/cm³), sedangkan massa bulan hanya 0,012 massa bumi. Bulan yang ditarik oleh gaya gravitasi bumi tidak jatuh ke bumi disebabkan oleh gaya sentrifugal yang timbul dari orbit bulan mengelilingi bumi. Besarnya gaya sentrifugal bulan sedikit lebih besar dari gaya tarik menarik antara gravitasi bumi dan bulan. Hal ini menyebabkan bulan semakin menjauh dari bumi dengan kecepatan sekitar 3,8 cm/tahun.
Di bulan tidak terdapat udara ataupun air. Banyak kawah di permukaan bulan yang disebabkan oleh hantaman komet atau asteroid. Ketiadaan udara dan air di bulan menyebabkan tidak adanya pengikisan sehingga banyak kawah di bulan yang berusia jutaan tahun dan masih utuh. Kawah terbesar adalah Clavius dengan diameter 230 kilometer dan sedalam 3,6 kilometer. Ketidakadaan udara juga menyebabkan tidak ada bunyi yang terdengar di bulan.
Bulan adalah satu-satunya benda langit yang pernah didatangi dan didarati manusia. Pada 1 Juli 1969, dunia dikejutkan oleh kabar keberhasilan pendaratan Apollo 11 di Bulan. Seorang astronot bernama Neil Armstrong bersama rekannya Edwin ”Buzz” Aldrin telah menjejakkan kakinya di satelit Bumi untuk yang pertama kalinya.
Obyek buatan pertama yang melintas dekat bulan adalah wahana antariksa milik Uni Sovyet, Luna 1. Obyek buatan pertama yang membentur permukaan bulan adalah Luna 2, dan foto pertama sisi jauh bulan yang tak pernah terlihat dari Bumi, diambil oleh Luna 3, semua misi dilakukan pada 1959. Wahana antariksa pertama yang berhasil melakukan pendaratan adalah Luna 9, dan yang berhasil mengorbit Bulan adalah Luna 10, dilakukan pada tahun 1966.
Asal Usul Bulan
Asal-usul bulan tidak diketahui secara pasti, tetapi ilmuan menemukan bukti besar bahwa bulan berasal dari tubrukan bumi dengan planet kecil yang bernama “Theira” sekitar tiga milyar tahun yang lalu, dan menghasilkan debu yang berjumlah sangat banyak dan mengorbit di sekeliling bumi dan akhirnya debu mengumpul menjadi bulan. Pada awalnya jarak bulan pada pertama kali hanya sekitar 30.000 mil atau 15 kali lebih dekat dari jarak bulan dengan bumi sekarang.
Bentuk Dan Ukuran Bulan
Bulan berbentuk bulat dengan massa 7,4x1022 kg. Garis tengah bulan sama dengan ¼ garis tengah bumi yaitu 3.476 km dengan massa jenis 3340 kg/m3. Massa bulan yang kecil menyebabkan gaya tarik pada benda di permukaannya juga kecil. Kekuatan gaya tarik bulan hanya 1/6 gaya tarik bumi. Akibatnya, bulan tidak mampu menahan molekul-molekul udara tetap berada di sekelilingnya untuk membentuk atmosfer.
Tidak adanya atmosfer di bulan menyebabkan terjadinya hal-hal berikut:
1. Di bulan tidak ada kehidupan.
2. Permukaan di bulan sangat kasar (berlubang) dikarenakan benda-benda yang jatuh tidak ada yang menahan.
3. Suara tidak dapat merambat di bulan, hal ini karena udara atau gas merupakan medium tempat perambatan suara.
4. Langit bulan tampak hitam legam. Atmosfer bumi berwarna biru karena cahaya matahari yang mengenai molekul-molekul udara menghamburkan cahaya warna biru
Gerak Edar Bumi & Bulan
Bulan adalah satelit alami yang mengelilingi planet bumi yang dapat dilihat secara langsung dengan mata telanjang tanpa bantuan alat apapun. Bulan adalah benda angkasa yang bergerak secara relatif. Secara umum bulan bergerak relatif dalam tiga macam, yaitu rotasi, revolusi dengan bumi dan revolusi dengan matahari.
1. Rotasi
Rotasi adalah perputaran satelit bulan pada porosnya. Saat ini bulan berotasi setiap 27 1/3 hari sekali. Dengan demikian satu hari di bulan sama dengan 27 1/3 hari di bumi atau 27 1/3 kali lebih lama daripada di planet bumi.
2. Revolusi Terhadap Planet Bumi
Bulan sebagai satelit alami bumi juga berputar mengelilingi bumi dalam jangka waktu 27 1/3 hari. Bulan berada dalam orbit sinkron dengan bumi, hal ini menyebabkan hanya satu sisi permukaan bulan saja yang dapat diamati dari bumi. Orbit sinkron menyebabkan kala rotasi sama dengan kala revolusinya.
3. Revolusi Terhadap Matahari Bersama Bumi
Bulan bersama-sama dengan planet bumi mengelilingi matahari. Arah revolusi bulan sama dengan arah revolusi bumi terhadap matahari. Kala revolusi bulan adalah 27 1/3 hari, waktu ini disebut satu bulan sideris. Satu bulan sideris tidak sama dengan waktu sejak munculnya bulan purnama sampai bulan purnama berikutnya. Lama selang waktu antara dua bulan purnama adalah 29 ½ hari. Waktu ini disebut satu bulan sinodis. Bulan sideris dan sinodis menjadi berbeda akibat adanya revolusi bumi.
Fase Bulan
Fase bulan adalah perubahan bentuk bulan di lihat dari bumi. Fase-fase bulan tersebut adalah fase bulan baru, kuartir pertama, bulan purnama, kuartir ketiga, kuartir keempat.
1. Fase Bulan Baru
Pada fase ini bulan berada di antara bumi dan matahari. Hanya sisi belakang bulan yang mendapat cahaya matahari. Sisi bulan yang menghadap bumi sama sekali tidak mendapat cahaya matahari. Akibatnya bulan tidak nampak dari bumi.
2. Kuatrir Pertama 7 3/8 hari
Bulan, bumi, dan matahari berada pada posisi tegak lurus. Hanya setengah permukaan bulan yang menghadap bumi yang mendapat cahaya matahari, sedangkan setengah lainnya tidak. Bulan tampak setengah cakram sebelah kanan. Antara bulan baru dan kuartir pertama bulan tampak sebagai bulan sabit.
3. Bulan Purnama 14 3/4 hari
Bulan, bumi, dan matahari terletak segaris dengan bumi berada di tengah. Permukaan bulan yang menghadap bumi semuanya mendapat cahaya matahari. Bulan nampak dari bumi berupa lingkaran utuh
4. Kuartir Ketiga 22 1/8 hari
Bulan, bumi dan matahari berada dalam posisi tegak lurus. Hanya setengah permukaan bulan yang menghadap bumi yang mendapat cahaya matahari. Bulan nampak setengah cakram sebelah kiri. Antara bulan purnama dan kuartir ketiga , bulan nampak sebagai bulan sabit.
5. Kuartir ke empat 28 1/2 hari
Dikuartir ke empat bulan menjadi bulan baru. Bulan sinodis yang berpatokan pada fase bulan dijadikan standar perhitungan kalender islam yang dikenal sebagai kalender hijriayah
Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari
Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi. Gerhana bulan muncul bila bulan sedang beroposisi dengan matahari. Tetapi karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika, maka tidak setiap oposisi bulan dengan matahari akan mengakibatkan terjadinya gerhana bulan. Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika akan memunculkan 2 buah titik potong yang disebut node, yaitu titik di mana bulan memotong bidang ekliptika. Gerhana bulan ini akan terjadi saat bulan beroposisi pada node tersebut.
Jenis-jenis gerhana bulan
• Gerhana bulan total
Pada gerhana ini, bulan akan tepat berada pada daerah umbra.
• Gerhana bulan sebagian
Pada gerhana ini, tidak seluruh bagian bulan terhalangi dari matahari oleh bumi. Sedangkan sebagian permukaan bulan yang lain berada di daerah penumbra. Sehingga masih ada sebagian sinar matahari yang sampai ke permukaan bulan.
• Gerhana bulan penumbra
Pada gerhana ini, seluruh bagian bulan berada di bagian penumbra. Sehingga bulan masih dapat terlihat dengan warna yang suram.
Pada peristiwa gerhana bulan, seringkali bulan masih dapat terlihat. Ini dikarenakan masih adanya sinar matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh atmosfer bumi. Dan kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spektrum cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat gerhana bulan, bulan akan tampak berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga, ataupun coklat.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.wikipedia.bulan.com/
http://www.wikipedia.gerhanabulan.com/
http://www.wikipedia.orbitbulan.com/
Resume 3
Resume Perkuliahan Profesi Pendidikan
Pertenuan Ketiga
Sistem
Sistem merupakan suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar. Sistem juga didefinisikan sebagai kumpulan komponen – komponen yang saling berhubungan yang disebut sub system, dan jika ada sub system yang bermasalah akan mempengaruhi sub system yang lain. Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan pancasila.
Sistem terdiri dari 3 komponen utama, yaitu :
§ Raw input / bahan mentah yaitu siswa
§ Instrumen input, yang terdiri dari pendidik dan tenaga kependidikan, kurikulum, sarana dan prasarana, fasilitas, dan buku.
§ Environment input, yang berupa letak geografis, demografi, social budaya, ekonomi, dan politik
Standar Nasional Pendidikan di Indonesia (KTSP) :
Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
Standar Isi
Standar Proses
Standar Sarana dan Prasarana
Standar Penilaian
Standar Pembiyayaan
Standar pendidik dan Tenaga Kependidikan
Standar Pengelolaan
Output : Output berupa kelulusan Ujian Nasional dengan nilai berapa???
Outcome : Outcome berupa lulusan akan bekerja dimana???
Disini terjadi proses Efisiensi Pendidikan dan Inefisiensi Pendidikan
Pendidikan
Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar
Sistem Pendidikan Nasional
Undang - Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 2 th. 1989 diamandemen menjadi Undang - Undang RI No. 20 Th. 2003 dengan 22 bab sebagai berikut :
BAB I
KETENTUAN UMUM
BAB II
DASAR, FUNGSI DAN TUJUAN
BAB III
PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN
BAB IV
HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA,
ORANG TUA, MASYARAKAT, DAN PEMERINTAH
BAB V
PESERTA DIDIK
BAB VI
JALUR, JENJANG, DAN JENIS PENDIDIKAN
BAB VII
BAHASA PENGANTAR
BAB VIII
WAJIB BELAJAR
BAB IX
STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN
BAB X
KURIKULUM
BAB XI
PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
BAB XII
SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN
BAB XIII
PENDANAAN PENDIDIKAN
BAB XIV
PENGELOLAAN PENDIDIKAN
BAB XV
PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN
BAB XVI
EVALUASI, AKREDITASI, DAN SERTIFIKASI
BAB XVII
PENDIRIAN SATUAN PENDIDIKAN
BAB XVIII
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN OLEH LEMBAGA NEGARA LAIN
BAB XIX
PENGAWASAN
BAB XX
KETENTUAN PIDANA
BAB XXI
KETENTUAN PERALIHAN
BAB XXII
KETENTUAN PENUTUP
Kejuruan
Vokasi : Pendidikan yang lebih spesifik ke dalam keahlian, terkait dengan konten yang diberikan, lebih banyak pada keterampilan teknis
Akademik : Lebih banyqk teori konsep
Penerapan managemen berbasis sekolah :
Pembiyayaan sekolah dari pemerintah pusat, daerah dan sekolah
Pengawasan dilakukan oleh pemerintah, sekolah dan masyarakat
Pemerintah pusat ada pada kebijakan, sedangkan pengembangan diserahkan pada otonom masing – masing sekolah
Pertenuan Ketiga
Undang – Undang Sistem Pendidikan Nasional
Sistem
Sistem merupakan suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar. Sistem juga didefinisikan sebagai kumpulan komponen – komponen yang saling berhubungan yang disebut sub system, dan jika ada sub system yang bermasalah akan mempengaruhi sub system yang lain. Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan pancasila.
Sistem terdiri dari 3 komponen utama, yaitu :
- Input
§ Raw input / bahan mentah yaitu siswa
§ Instrumen input, yang terdiri dari pendidik dan tenaga kependidikan, kurikulum, sarana dan prasarana, fasilitas, dan buku.
§ Environment input, yang berupa letak geografis, demografi, social budaya, ekonomi, dan politik
- Proses
Standar Nasional Pendidikan di Indonesia (KTSP) :
Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
Standar Isi
Standar Proses
Standar Sarana dan Prasarana
Standar Penilaian
Standar Pembiyayaan
Standar pendidik dan Tenaga Kependidikan
Standar Pengelolaan
- Out put
Output : Output berupa kelulusan Ujian Nasional dengan nilai berapa???
Outcome : Outcome berupa lulusan akan bekerja dimana???
Disini terjadi proses Efisiensi Pendidikan dan Inefisiensi Pendidikan
Pendidikan
Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar
Sistem Pendidikan Nasional
- Dasar : Pancasila dan UUD 1945
- Fungsi : Mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat.
- Jalur Pendidikan :
- Formal
- Non formal
- Informal
- Jenjang Pendidikan :
- Pendidikan Dasar
- Pendidikan Menengah
- Pendidikan Tinggi
- Komponen - Komponen Pendukung / Penyusun Pendidikan :
- Tujuan
- Keuangan
- Kurikulum
- Managenem
- Sarana dan Prasarana
- Peserta didik
- Tenaga kependidikan
Undang - Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 2 th. 1989 diamandemen menjadi Undang - Undang RI No. 20 Th. 2003 dengan 22 bab sebagai berikut :
BAB I
KETENTUAN UMUM
BAB II
DASAR, FUNGSI DAN TUJUAN
BAB III
PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN
BAB IV
HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA,
ORANG TUA, MASYARAKAT, DAN PEMERINTAH
BAB V
PESERTA DIDIK
BAB VI
JALUR, JENJANG, DAN JENIS PENDIDIKAN
BAB VII
BAHASA PENGANTAR
BAB VIII
WAJIB BELAJAR
BAB IX
STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN
BAB X
KURIKULUM
BAB XI
PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
BAB XII
SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN
BAB XIII
PENDANAAN PENDIDIKAN
BAB XIV
PENGELOLAAN PENDIDIKAN
BAB XV
PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN
BAB XVI
EVALUASI, AKREDITASI, DAN SERTIFIKASI
BAB XVII
PENDIRIAN SATUAN PENDIDIKAN
BAB XVIII
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN OLEH LEMBAGA NEGARA LAIN
BAB XIX
PENGAWASAN
BAB XX
KETENTUAN PIDANA
BAB XXI
KETENTUAN PERALIHAN
BAB XXII
KETENTUAN PENUTUP
Kejuruan
Vokasi : Pendidikan yang lebih spesifik ke dalam keahlian, terkait dengan konten yang diberikan, lebih banyak pada keterampilan teknis
Akademik : Lebih banyqk teori konsep
Penerapan managemen berbasis sekolah :
Pembiyayaan sekolah dari pemerintah pusat, daerah dan sekolah
Pengawasan dilakukan oleh pemerintah, sekolah dan masyarakat
Pemerintah pusat ada pada kebijakan, sedangkan pengembangan diserahkan pada otonom masing – masing sekolah
Resume Perkuliahan 2
Resume Perkuliahan Profesi Kependidikan
Pertemuan Kedua
Melakukan sesuatu sebagai pekerjaan pokok dan bukan sekedar mengisi waktu luang
Pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan
Merujuk pada suatu pekerjaan yang dilakukan oleh pelaku atas dasar suatu janji publik dan sumpah bahwa mereka akan menjalankan tugas sebagaimana mesyinya
Pengertian dan Syarat – Syarat Profesi
Jabatan guru merupakan jabatan professional, dan sebagai jabatan professional, pemegangnya harus memenuhi kualifikasi tertentu. Kebanyakan kita mengatakan bahwa mengajar adalah suatu profesi. Apakah yang dimaksud dengan profesi, dan syarat – syarat serta kriteria yang harus dipenuhi agar suatu jabatan dapat disebut suatu profesi??
Ornstein dan Levine (1984) menyatakan bahwa profesi itu adalah jabatan yang sesuai dengan pengertian profesi di bawah ini :
Ciri – cirri utama profesi menurut sanusi et al (1991) :
Jabatan Profesi
Tenaga Kependidikan
Kode Etik Profesi Keguruan
Pengertian kode etik
a. Menurut UU No.8 Th. 1974 tentang pokok – pokok kepegawaian pasal 28 yang menyatakan :
“ Pegawai Negeri Sipil mempunyai kode etik sebagai pedomansikap, tingkah laku dan perbuatan di dalam dan di luar kedinasan.”
b. Dalam pidato pembukaan kongres PGRI XIII menyatakan bahwa kode etik guru Indonesia merupakan landasan moral dan pedoman tingkah laku guru warga PGRI dalam melaksanakan panggilan pengabdiannya bekerja sebagai guru.
Tujuan kode etik
1. untuk menjunjung tinggi martabat profesi
2. menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggotanya
3. meningkatkan pengabdian para anggota profesi
4. meningkatkan mutu profesi
5. meningkatkan mutu organisasi profesi
Penetapan kode etik
Kode etik hanya dapat ditetapkan oleh suatu organisasi profesi yang berlaku dan mengikat para anggotanya.
Sanksi kode etik
Sering dijumpai bahwa ada kalanya Negara mencampuri urusan profesi, sehingga hal – hal yang semula hanya merupakan kode etik dari suatu profesi tertentu dapat meningkat menjadi peraturan hokum atau undang – undang yang sifatnya memaksa. Sanksi dapat berupa sanksi perdata maupun pidana.
Kode etik guru Indonesia
Guru Indonesia menyadari bahwa pendidikan adalah bidang pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa, bangsa, dan Negara, serta kemanusiaan pada umumnya. Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan setia pada UUD 1945, turut bertanggung jawab atas terwujudnya cita – cita proklamasi kemerdekaan RI 17 Agustus 1945. Oleh sebab itu, Guru Indonesia terpanggil untuk menunaikan karyanya dengan memedomani dasar – dasar sebagai berikut :
Sasaran Sikap Profesi
§ Organisasi profesi
§ Teman sejawat
§ Anak didik
§ Peraturan perundang – undangan
§ Tempat kerja
§ Pemimpin
§ Pekerjaan
Manajemen Berbasis Sekolah / Madrasah (MBS/M)
Latar Belakang
Pendidikan menghadapi masyarakat yang berubah
Perubahan social – politik dan aspirasi masyarakat
Perubahan pemerintah
Undang – Undang Sistem Pendidikan Nasional
Pengertian MBS/M
Merupakan bentuk otonomi manajemen pendidikan di mana kewenangan ada pada sekolah yaitu kepala sekolah / marasah dan guru dibantu oleh komite sekolah atau madrasah dalam mengelola kegiatan pendidikan.
Tujuan
Mencapai mutu dan relevansi dengan tolak ukur pada hasil ( Out Put dan Out Come)
Menjamin keadilan layanan pendidikan bagi setiap anak
Meningkatkan efektivitas dan efisiensi
Meningkatkan akuntabilitas sekolah dan komitmen ( Stake-holders )
Elemen – Elemen Pokok MBS/M
Pemberian kewenangan kepada sekolah / madrasah untuk mengambil keputusan mengenai pengelolaan pendidikan di sekolah / madrasah yang bersangkutan.
Penerima kewenangan
Pengambilan keputusan dan kepemimpinan bersifat partisipatif dan demokratis
Pemberian kewenangan harus disertai sumber daya pendidikan
Ada perameter
Ada akuntabilitas kepada sberbagai pihak tentang mutu dan relevansi
Apakah MBS/M menjamin mutu sekolah??
Jawab: Tidak, terutama jika dipahami secara sempit / keliru. Karena itulah perlu adanya MMBS/M ( Menejemen Mutu Berbasis Sekolah / Madrasah ) atau MPMBS/M.
Konsep Mutu
Absolut
Standar
Kepuasan Pelanggan / pengguna jasa pendidikan
Elemen Penting MMT ( Manajemen Mutu Total ) sebagai bagian dari strategi MMBS/M
Konsep mutu
Peningkatan mutu secara berkelanjutan
Kepuasan pengguna jasa pendidikan
Ada Visi dan Misi
Pertemuan Kedua
Konsep Dasar Profesi Kependidikan
- Profesional
Melakukan sesuatu sebagai pekerjaan pokok dan bukan sekedar mengisi waktu luang
Pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan
Merujuk pada suatu pekerjaan yang dilakukan oleh pelaku atas dasar suatu janji publik dan sumpah bahwa mereka akan menjalankan tugas sebagaimana mesyinya
- Profesionalisme
- Profesor
- Profesi
Pengertian dan Syarat – Syarat Profesi
Jabatan guru merupakan jabatan professional, dan sebagai jabatan professional, pemegangnya harus memenuhi kualifikasi tertentu. Kebanyakan kita mengatakan bahwa mengajar adalah suatu profesi. Apakah yang dimaksud dengan profesi, dan syarat – syarat serta kriteria yang harus dipenuhi agar suatu jabatan dapat disebut suatu profesi??
Ornstein dan Levine (1984) menyatakan bahwa profesi itu adalah jabatan yang sesuai dengan pengertian profesi di bawah ini :
- Melayani masyarakat, merupakan karier yang akan dilaksanakan sepanjang hayat ( tidak berganti – ganti pekerjaan ).
- Memerlukan bidang ilmu dan keterampilan tertentu
- Menggunakan hasil penelitian dan aplikasi dari teori ke prakteMemerlukan pelatihan khusus
- Terkendali berdasarkan lisensi baku dan atau mempunyai persyaratan masuk ( perlu izin dan persyaratan khusus ).
- Otonomi dalam membuat keputusan tentang ruang lingkup kerja tertentu.
- Menerima tanggung jawab terhadap keputusan yang diambil
- Mempunyai komitmen terhadap jabatandan klien
- Menggunakan administrator
- Mempunyai organisasi
- Mempunyai asosiasi profesi
- Mempunyai kode etik
- Mempunyai kadar keprcayaan yang tinggi dari publikdan anggotanya
- Mempunyai status social dan ekonomi yang tinggi (bila dibandingkan jabatan lainnya).
Ciri – cirri utama profesi menurut sanusi et al (1991) :
- crusial
- menuntut keterampilan / keahlian tertentu
- keterampilan didapat melalui pemecahan masalah dengan menggunakan teori dan metode ilmiah
- memiliki disiplin ilmu
- memerlukan pendidikan tingkat perguruan tinggi
- merupakan aplikasi dan sosialisasi nilai – nilai professional
- berpegang teguh pada kode etik yang dikontrol oleh organisasi profesi
- memberikan judgement
- melayani masyarakat, anggota profesi otonom dan bebas dari campur tangan orang luar
- punya prestise yang tinggi dalam masyarakat dan karnanya memperoleh imbalan yang tinggi pula
Jabatan Profesi
- menekuni suatu ilmu tertentu
- memerlukan peletihan jabatan
- melibatkan pelatihan intelektual
- memiliki standar baku tersendiri
- mementingkan layanan pada masyarakat
- memiliki organisasi profesi
Tenaga Kependidikan
- Anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan
- Bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknik untuk menunjang proses pendidikan
- Merupakan salah satu bagian tenaga kependidikan yang terdiri dari : pendidik, pengelola suatu pendidikan, pemilik / pengawas
- Pendidik adalah tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan
Kode Etik Profesi Keguruan
Pengertian kode etik
a. Menurut UU No.8 Th. 1974 tentang pokok – pokok kepegawaian pasal 28 yang menyatakan :
“ Pegawai Negeri Sipil mempunyai kode etik sebagai pedomansikap, tingkah laku dan perbuatan di dalam dan di luar kedinasan.”
b. Dalam pidato pembukaan kongres PGRI XIII menyatakan bahwa kode etik guru Indonesia merupakan landasan moral dan pedoman tingkah laku guru warga PGRI dalam melaksanakan panggilan pengabdiannya bekerja sebagai guru.
Tujuan kode etik
1. untuk menjunjung tinggi martabat profesi
2. menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggotanya
3. meningkatkan pengabdian para anggota profesi
4. meningkatkan mutu profesi
5. meningkatkan mutu organisasi profesi
Penetapan kode etik
Kode etik hanya dapat ditetapkan oleh suatu organisasi profesi yang berlaku dan mengikat para anggotanya.
Sanksi kode etik
Sering dijumpai bahwa ada kalanya Negara mencampuri urusan profesi, sehingga hal – hal yang semula hanya merupakan kode etik dari suatu profesi tertentu dapat meningkat menjadi peraturan hokum atau undang – undang yang sifatnya memaksa. Sanksi dapat berupa sanksi perdata maupun pidana.
Kode etik guru Indonesia
Guru Indonesia menyadari bahwa pendidikan adalah bidang pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa, bangsa, dan Negara, serta kemanusiaan pada umumnya. Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan setia pada UUD 1945, turut bertanggung jawab atas terwujudnya cita – cita proklamasi kemerdekaan RI 17 Agustus 1945. Oleh sebab itu, Guru Indonesia terpanggil untuk menunaikan karyanya dengan memedomani dasar – dasar sebagai berikut :
- Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila.
- Guru memiliki dan melaksanakan kejujurann professional.
- Geru berusaha mencari informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan
- Guru menciptakan suasana sekolah sebaik – baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar.
- Guru melahirkan hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan.
- Guru secara pribadi dan bersama – sama mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesi
- Guru memelihara hubungan seprofesi, semangat kekeluargaan, dan kesetiakawanan social.
- Guru secara bersama – sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian.
- Guru melaksanakan segala kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan
Sasaran Sikap Profesi
§ Organisasi profesi
§ Teman sejawat
§ Anak didik
§ Peraturan perundang – undangan
§ Tempat kerja
§ Pemimpin
§ Pekerjaan
Manajemen Berbasis Sekolah / Madrasah (MBS/M)
Latar Belakang
Pendidikan menghadapi masyarakat yang berubah
Perubahan social – politik dan aspirasi masyarakat
Perubahan pemerintah
Undang – Undang Sistem Pendidikan Nasional
Pengertian MBS/M
Merupakan bentuk otonomi manajemen pendidikan di mana kewenangan ada pada sekolah yaitu kepala sekolah / marasah dan guru dibantu oleh komite sekolah atau madrasah dalam mengelola kegiatan pendidikan.
Tujuan
Mencapai mutu dan relevansi dengan tolak ukur pada hasil ( Out Put dan Out Come)
Menjamin keadilan layanan pendidikan bagi setiap anak
Meningkatkan efektivitas dan efisiensi
Meningkatkan akuntabilitas sekolah dan komitmen ( Stake-holders )
Elemen – Elemen Pokok MBS/M
Pemberian kewenangan kepada sekolah / madrasah untuk mengambil keputusan mengenai pengelolaan pendidikan di sekolah / madrasah yang bersangkutan.
Penerima kewenangan
Pengambilan keputusan dan kepemimpinan bersifat partisipatif dan demokratis
Pemberian kewenangan harus disertai sumber daya pendidikan
Ada perameter
Ada akuntabilitas kepada sberbagai pihak tentang mutu dan relevansi
Apakah MBS/M menjamin mutu sekolah??
Jawab: Tidak, terutama jika dipahami secara sempit / keliru. Karena itulah perlu adanya MMBS/M ( Menejemen Mutu Berbasis Sekolah / Madrasah ) atau MPMBS/M.
Konsep Mutu
Absolut
Standar
Kepuasan Pelanggan / pengguna jasa pendidikan
Elemen Penting MMT ( Manajemen Mutu Total ) sebagai bagian dari strategi MMBS/M
Konsep mutu
Peningkatan mutu secara berkelanjutan
Kepuasan pengguna jasa pendidikan
Ada Visi dan Misi
Resume Perkuliahan
Resume Perkuliahan Profesi Pendidikan
Pertemuan Pertama
Kompetitif
Untuk menghadapi adanya kompetisi, sebagai individu perlu melakukan :
Usaha
Kemampuan
Strategi, dan
Etika
Transparan
Profesional
Ciri – cirri professional yaitu memberikan kepuasan, menghabiskan sebagian besar waktu untuk pekerjaannya, berlatih atau belajar tidak hanya sesuai paket yang diberikan tetapi melebihi kapasitas waktu yang diberikan.
Dinamis
inventing / menemukan
Biasanya melawan aturan agar mendapat / menemukan hal – hal baru
Growing / tumbuh
Experiment / percobaan
Adaptif
Adaptasi di sini tanpa menghilangkan identitas masing – masing individu
Tuntutan terhadap “ Kompetensi Sumber Daya Manusia”
Pengetahuan / Wawasan Global
Konseptual yang integratif dan aplikatif
Orientasi pada solusi, inovasi, dan kreativitas
Nilai – nilai universal ( lintas budaya )
Keterampilan Global
Komunikasi multi budaya
Pemanfaatan teknologi informasi
Pengembangan intelektual, emotional, dan inversity skill
Sikap / Perilaku
Dinamis dan flexible
Inisiatif dan proaktif
Inovatif dan kreatif
Mandiri dan survive
§ Kegiatan Belajar
Belajar terdiri atas beberapa komponen :
Pertumbuhan pribadi
Keterampilan hidup
Penyelesaian masalah
Kemampuan belajar dan berfikir
Dan semua komponen itu saling berhubungan satu dan lainnya.
Pertemuan Pertama
Trand Masa Kini dan Masa Depan
Kompetitif
Untuk menghadapi adanya kompetisi, sebagai individu perlu melakukan :
Usaha
Kemampuan
Strategi, dan
Etika
Transparan
Profesional
Ciri – cirri professional yaitu memberikan kepuasan, menghabiskan sebagian besar waktu untuk pekerjaannya, berlatih atau belajar tidak hanya sesuai paket yang diberikan tetapi melebihi kapasitas waktu yang diberikan.
Dinamis
inventing / menemukan
Biasanya melawan aturan agar mendapat / menemukan hal – hal baru
Growing / tumbuh
Experiment / percobaan
Adaptif
Adaptasi di sini tanpa menghilangkan identitas masing – masing individu
Tuntutan terhadap “ Kompetensi Sumber Daya Manusia”
Pengetahuan / Wawasan Global
Konseptual yang integratif dan aplikatif
Orientasi pada solusi, inovasi, dan kreativitas
Nilai – nilai universal ( lintas budaya )
Keterampilan Global
Komunikasi multi budaya
Pemanfaatan teknologi informasi
Pengembangan intelektual, emotional, dan inversity skill
Sikap / Perilaku
Dinamis dan flexible
Inisiatif dan proaktif
Inovatif dan kreatif
Mandiri dan survive
§ Kegiatan Belajar
Belajar terdiri atas beberapa komponen :
Pertumbuhan pribadi
Keterampilan hidup
Penyelesaian masalah
Kemampuan belajar dan berfikir
Dan semua komponen itu saling berhubungan satu dan lainnya.
Langganan:
Postingan (Atom)

